Laman

Sabtu, 21 Januari 2012

Bacalah Iklan Pengobatan Kanker Secara Lebih Cermat

Oleh: Elisna Syahruddin* 

Peningkatan jumlah penderita kanker dari tahun ketahun cukup mengkhawatirkan dan   menjadi masalah kesehatan yang serius karena kanker penyakit kanker membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan menyerang kelompok usia produktif. Tingginya kasus kanker berkaitan dengan gaya hidup dan lingkungan yang mempengaruhi terjadinya kanker atau mudahnya akses informasi menyebabkan masyarakat waspada dan cepat memeriksakan diri.  Namun pemahaman tentang kanker yang diakses itu belum  memadai sehingga dapat menjadikan penderita kanker korban dari informasi keliru terutama masalah pengobatan.
Iklan pengobatan kanker menyerbu masyarakat melalui semua jalur antara lain koran, radio televisi dan bahkan jalur perorangan dengan pesan yang kesannya menjanjikan tetapi dengan informasi yang tidak semuanya benar. Hal penting yang harus dipahami oleh penderita kanker  dan keluarganya bahwa pengobatan standar untuk kanker terdiri dari bedah, kemoterapi, radioterapi, targeted therapy dan sebagian kecil dengan imunoterapi. Pilihan jenis pengobatan tergantung pada jenis sel kanker dan stadium penyakit serta kondisi lain yang menjadi syarat pemberiannya. Pengobatan yang tidak termasuk dalam pengobatan standar disebut dengan pengobatan alternative terutama herbal sebagian besar belum menjalani uji klinis untuk mengenali mekanisme kerja, penentuan dosis dan pengenalan efek sampingnya.
Pesan iklan yang keliru :
Iklan tentang obat herbal atau ramuan china atau tumbuh2an tertentu dapat mengobati semua jenis kanker. Info yang benar adalah bahwa satu obat kanker (kemoterapi) sebagian besar berasal dari bahan alami tetapi telah menjalani proses dan tidak bekerja untuk semua jenis sel kanker karena penyebab dan proses tumbuhnya kanker berbeda beda.
Iklan pengobatan tehnik tampa pembedahan untuk kanker stadium lanjut   merupakan  informasi yang mengandung kekeliruan. Info yang benar adalah bahwa bedah bukan pilihan untuk kanker stadium lanjut dan tehnik yang diklankan itu tidak dapat menggantikan bedah. Beberapa tehnik yang diklankan itu lebih bersifat mengkontrol tumor secara lokal tetapi tidak mampu mengontrol sebaran sel sel kanker diluar tumor induk. Padahal perburukan klinis dan yang membunuh seorang penderita kanker adalah proses penyebaran sel kanker yang akhirnya mengganggu fungsi tubuhnya.
Pemilihan  pengobatan adalah hak penuh penderita tetapi sebaiknya jika memilih terapi alternative mereka sudah mengetahui batasan/parameter keberhasilan atau kegagalan. Setiap jenis pengobatan harus mempunyai waktu untuk mengevaluasi hasil sehingga dapat memutuskan untuk meneruskan atau sebaliknya harus segera menghentikan pengobatan alternative itu.

*Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan staf Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi-FKUI

Gaya Hidup Dan Risiko Kanker

Oleh: Saptawati Badarsono* 

Gaya hidup yang meliputi makan makanan bergizi dan aktif fisik yang teratur ternyata merupakan cara yang mudah dan murah untuk mencegah kanker. Menjaga dan mempertahankan berat badan ideal dan sehat sepanjang hidup bisa didapat dengan memperhatikan asupan kalori dari sumber yang seimbang (karbohidrat, protein dan lemak) dan melakukan aktivitas fisik untuk mencegah penambahan berat badan yang berlebihan. Mengapa demikian?
Berat badan berlebih ataupun kegemukan ternyata meningkatkan risiko untuk terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara (terutama pada perempuan yang sudah menopause), kanker usus besar, kanker rahim, kanker kerongkongan (esofagus) dan kanker ginjal. Sedangkan kegemukan juga kemungkinan akan meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker lainnya, seperti kanker mulut rahim, kanker kantong empedu, kanker kelenjar getah bening, kanker indung telur (ovarium), kanker pankreas, kanker kelenjar gondok (tiroid) dan kanker prostat.
Sedangkan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker rahim dan kanker prostat.  Gaya hidup aktif dapat dilakukan dengan latihan olah tubuh minimal 30 menit sehari selain aktivitas kerja harian, selama 5 hari dalam seminggu, misalnya dengan memilih menggunakan tangga dibanding dengan menggunakan eskalator atau lift, usahakan berjalan atau bersepeda bila memungkinkan, melakukan olah tubuh di saat makan siang bersama teman atau keluarga, sempatkan melakukan olah tubuh (peregangan atau jalan cepat) disela waktu kerja, berdansa bersama pasangan atau teman, berjalan-jalan saat berekreasi dibanding hanya duduk-duduk saja, bergabung dengan kelompok olah-raga tertentu, menonton TV sambil bersepeda statis atau treadmill, ataupun bermain bersama anak di rumah.
Sedangkan gaya makan sehat bergizi dapat dilakukan dengan pemilihan makanan-minuman dengan besar porsi hidangan yang dapat tetap mempertahankan berat badan sehat (makanan rendah kalori dan rendah lemak), dengan mengonsumsi berbagai jenis sayur-buah minimal 5 porsi sehari, lebih memilih bahan makanan yang berasal dari bulir utuh (whole grain) dibandingkan dengan yang sudah diproses, serta membatasi makan daging merah dan daging yang telah diolah atau lebih memilih ikan, unggas ataupun kacang-kacangan, dan menghindari jenis pemasakan dengan menggoreng atau membakar dengan menggunakan arang.

*Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia dan staf  Departemen Ilmu Gizi-FKUI

Pengobatan Alternative Untuk Kanker?

Oleh: Elisna Syahruddin* 

Pemahaman tentang kanker yang sedikit dan harapan penyembuhan yang terlalu tinggi cendrung menjadi penyebab penderita kanker terutama keluarganya menjadi target pemasaran terapi alternative . Maraknya iklan tentang pengobatan alternative untuk kanker dengan berbagai metode justru sering menjadi penyebab terlambatnya pasien kanker mendapatkan pengobatan yang seharusnya segera diberikan.
Kanker adalah penyakit gen (pembawa informasi intrasel) yang mengalami gangguan sehingga menyebabkan sel ditubuh seseorang tumbuh cepat dan tidak terkendali. Proses dari awal terjadinya kekeliruan gen (alternaration genetic) hingga ditemukan secara medis itu berlangsung lama karena tubuh mempunyai mekanisme untuk menghalangi terjadinya kanker pada tahap awal proses. Hanya pada kondisi tertentu tubuh seseorang gagal menghalanginya dan terbentuklah sel kanker yang kemudian berkembang menjadi kumpulan jaringan padat yang disebut tumor (solid tumor) pada organ tertentu misalnya kanker paru, kanker payudara, kanker serviks, kanker prostat, dll. Tetapi perlu dipahami proses keganasan atau kanker juga terjadi pada pada jaringan tidak padat (non-solid tumor) seperti darah misalnya leukemia, talasemia. dll.
Proses terjadinya kanker yang tidak sama menyebabkan penatalaksanan dan pilihan obat anti-kanker yang akan digunakan juga tidak selalu sama. Hanya perlu diketahui  pengobatan standar untuk kanker padat (solid tumor) terdiri dari bedah, kemoterapi, radioterapi, targeted therapy dan sebagian juga menggunakan imunoterapi. Pilihan pengobatan itu tergantung pada jenis sel, stadium penyakit  dan keadaan umum penderita pada saat diagnosis ditegakkan. Pengobatan yang diberikan diluar dari standar disebut sebagai PEGOBATAN ALTERNATIVE. Variasi pengobatan alternative itu bermacam-macam antara lain herbal, akupuntur bahkan di beberapa negara pendekatan spiritual seperti do’a menjadi pilihan terapi alternativenya. Jenis pengobatan alternative yang perlu diwaspadai adalah tindakan serupa bedah (mengeluarkan kanker dengan tehnik mengurut atau memindahkan tumor kemedium lain) yang sulit dicerna akal. Kehati-hatian juga perlu untuk penggunaan bahan-bahan yang dikatakan dapat menghilangkan sel kanker dalam bentuk obat: jamu, bubuk, kapsul, pil atau cairan karena hanya sebagian kecil pernah diuji secara ilmiah manfaat dan terlebih efek samping yang dapat ditimbulkannya. Hampir semua  obat-obat alternative itu terbukti hanya sebagai pengobatan pendamping dan tidak bekerja sebagai pembunuh sel kanker.  Kalau cermat membaca brosurnya akan tertulis sebagai suplemen dan bekerja untuk semua jenis kanker. Artinya obat alternative hanya bermanfaat bila disertai dengan pilihan pengobatan standar (yang berbeda untk masing masing jenis kanker) harus dilakukan. Pilihan yang paling banyak di Indonesia justru pemanfaatan bahan yang tidak atau belum di proses seperti buah merah, buah mengkudu, kulit buah manggis, daun buah sirsak, dll.  Pilihan peggunaan pengobatan alternative tampa pegobatan standar sebagai pilihan utama hanya menyebabkan ketelambatan dan perburukan.
Apakah pengobatan alternative hanya marak di Indonesia, jawabannya TIDAK. Lebih dari 50% biaya pengobatan di negara maju seperti Amerika dan Eropa dihabiskan untuk pengobatan alternative. Perbedaanya adalah mereka biasanya mengkombinasikan pengobatan standar dan alternative dengan sepengetahuan dokter yang merawat. Tambahan pngobatan meski diharapkan meningkatkan hasil untuk penyembuhan tetapi tentu juga meningkatkan risiko terjadi efek samping. Kerjasama dan komunikasi dokter-pasien yang baik akan memberikan kebaikan untuk penderita dan pencegahan pengeluaran biaya yang tidak perlu karena harga untuk pengobatan alternative itu MAHAL. Dokter biasanya akan membolehkan pengobatan alternative yang bukan berbentuk obat untuk penamping terutama jika pasien diberikan kemoterapi mencegah efek samping yang berat dan menyebabkan proses pemberian kemoterapi tidak optimal.

*Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan staf Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi-FKUI

Faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker

Bahan Kimia
Zat-zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama. Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker.
Penyinaran yang berlebihan
Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif, sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.
Virus
Beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik.
Hormon
Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dari selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).
Makanan
Zat atau bahan kimia yang terdapat pada makanan tertentu dapat menyebabkan timbulnya kanker misalnya makanan yang lama tersimpan dan berjamur dapat tercemar oleh aflatoxin. Aflatoxin adalah zat yang dihasilkan jamur Aspergillus Flavus yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker hati.

Pencegahan kanker

Sebagian besar jenis kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker.
Meskipun penyebab kanker secara pasti belum diketahui, setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan dengan cara hidup sehat dan menghindari penyebab kanker:
  1. Mengenai makanan:
    • Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan
    • Lebih banyak makan makanan berserat.
    • Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan, beberapa kali sehari
    • Lebih banyak makan makanan segar
    • Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama
    • Membatasi minuman alkohol
  2. Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual
  3. Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok: berhenti merokok.
  4. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress
  5. Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.

Apakah kanker itu?

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas
Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.
Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.
Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kanker, yaitu:
  1. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.
  2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
  3. Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
  4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
  5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar dan gatal.
  6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
  7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.

umi dan zahra